WELCOME
Selamat datang di Blog TLG, ayo download dan baca artikel-artikelnya..kami berharap anda semua diberkati!!!!
Dan bagi anda yang ingin posting artikel diblog ini atau ingin memberi cerita pengalaman bersama Tuhan alias kesaksian langsung aja kirim cerita atau artikel anda ke the_light_generation@yahoo.co.id
KOMSEL KEEP ON FIRE
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.(ROMA 12:11)
KOMSEL SON OF GOD
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. (YOHANES 1:2)
KOMSEL THE WAY OF LIFE
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (YOHANES 14:6)
KOMSEL GOD MESSENGER'S
"Bertobatlah, sebab keerajaan surga sudah dekat!" Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagiNYA." (Matius 3:2-3)
KOMSEL UNITED TO RESTORE
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. (1 KORINTUS 1:10)
KOMSEL ARMY OF GOD
bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami. (1 Samuel 17:47b).Pada tahun 2010 ini, hari raya tahun baru Cina (Imlek) dan Valentine jatuh pada tanggal yang sama. Perayaan Imlek atau Sin Cia sebenarnya adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan ini juga berkaitan dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi. Perayaan ini dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama penanggalan Cina. Tujuan ini adalah mengucap syukur untuk seluruh berkat yang telah diterima, memohon berkat untuk tahun yang baru, dan mempererat hubungan antar anggota keluarga dan masyarakat sekitar.
Sementara itu asal-usal perayaan Valentine tidak begitu jelas. Beberapa orang mengatakan bahwa perayaan ini berasal dari hari perayaan Lupercalia. Dahulu pada jaman Romawi kuno, masyarakat Romawi menyembah dewa Lupercus untuk menjaga ternak-ternak mereka. Pada setiap bulan Februari, masyarakat Romawi menyelenggarakan pesta untuk enyembah dewa ini. Salah satu adat yang biasa dijalani adalah dengan menuliskan nama perempuan di selembar kertas dan menempatkannya di dalam sebuah kendi yang besar. Lalu, setiap pemuda akan mengambil satu nama dari kendi tersebut. Para perempuan dan laki-laki yang berpasangan kemudian akan terus bersama sampai perayaan tahun depan. Sementara itu, ada pula orang-orang yang mengaitkan Valentine dengan kisah Valentinus yang meninggal karena melanggar aturan yang melarang seorang serdadu Romawi menikah. Perayaan Valentine diadakan pada bulan Februari karena bulan ini diyakini masyarakat kuno sebagai bulan cinta dan kesuburan. Namun bagi masyarakat modern, hari Valentine hanya dikenal sebagai waktu untuk menyatakan kasih sayang kepada orang lain, terutama pada pasangannya.
Tentang boleh atau tidaknya orang percaya merayakan Imlek dan Valentine, ada dua pendapat yang muncul. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Mereka yang setuju merayakan Imlek pada umumnya beralasan bahwa hal itu adalah hari untuk berkumpul (gathering) bersama dengan seluruh keluarga untuk berbagi sukacita. Sedangkan mereka yang tidak setuju mungkin berpendapat bahwa mengapa harus menggunakan Hari Imlek, sedangkan kalau hanya untuk berbagi bisa menggunakan hari lain. Demikian juga dengan perayaan Valentine, mereka yang setuju memiliki alasan yang hampir mirip, yaitu menggunakan hari itu sebagai jembatan untuk menyatakan kasih sayang kepada orang lain. Sedangkan mereka yang tidak setuju, beralasan bahwa kasih sayang seharusnya dinyatakan setiap hari sepanjang tahun dan bukan hanya pada hari tertentu saja. Namun sesungguhnya, apakah Imlek dan Valentine perlu dirayakan oleh orang yang sudah percaya kepada Kristus?
Dalam Alkitab, ada kasus yang mirip dengan hal ini, yaitu apakah orang percaya diperbolehkan makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala? Rasul Paulus telah mengkhususkan satu pasal dari suratnya membahas hal ini (1 Kor. 8). Belajar dari kasus ini, ada dua pertanyaan yang layak diajukan ketika kita akan menentukan untuk merayakan suatu hari tertentu seperti Imlek atau Valentine:
Pertama, apakah nama Allah dipermuliakan? Rasul Paulus menyatakan bahwa hanya ada satu Allah, yaitu Allah yang esa di dunia ini (1 Kor. 8:4). Jadi, dalam segala sesuatu yang kita lakukan, hendaklah itu mempermuliakan Tuhan Allah yang telah kita kenal, Yesus Kristus. Rasul Paulus menyatakan bahwa, Allah yang kita sembah adalah Allah yang superior di atas segala allah yang ada di bumi atau di surga. Ini berarti bahwa tidak ada kuasa yang lebih besar dari kuasa Allah kita. Jadi, segala sesuatu yang kita lakukan seperti makan persembahan berhala atau merayakan Imlek dan Valentine, harus dilakukan dalam nama Tuhan Yesus. Allah harus dipermuliakan “yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup” (1Kor. 8:6)
Kedua, adakah hal itu menjadi batu sandungan bagi saudara-saudara kita yang lain? Rasul Paulus mengingatkan saat kita akan makan sesuatu yang masih diragukan atau merayakan hari-hari tertentu, kita seyogyanya tidak menggunakan pendekatan legalistik (kaidah), tetapi sebaliknya hukum kasih sebagai dasarnya, “Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah” (1 Kor. 8:3). Kita dipanggil untuk menjadi bagian dalam Tubuh Kristus maka paradigma kasih kepada anggota Tubuh Kristus harus selalu dikedepankan dalam setiap tindakan iman kita, termasuk merayakan hari-hari tertentu, seperti Imlek dan Valentine. Apakah keputusan kita justru akan menjadi batu sandungan bagi anggota Tubuh Kristusyang masih lemah dan tidak memiliki pengetahuan yang sama dengan kita? Jika kita mengabaikan anggota Tubuh Kristus maka kita, pada “hakekatnya berdosa terhadap Kristus” (1 Kor. 8:12). Jadi, bagaimana dengan Anda?
0 komentar to "IMLEK DAN VALENTINE, PERLUKAH ITU?"


Posting Komentar